Hadirkan Hannah Al Rashid, PELNI Wujudkan Ruang Kerja Aman dan Inklusif

- Pewarta

Thursday, 11 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, adil, inklusif, dan saling menghormati melalui penyelenggaraan Talkshow Respectful Workplace Policy (RWP) Tahun 2026 di Kantor Pusat PELNI, Jakarta pada Kamis (11/6). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti oleh jajaran Direksi PELNI, Direksi anak dan cucu perusahaan, serta seluruh pegawai Kantor Pusat dan Kantor Cabang PELNI di seluruh Indonesia.

Mengusung tema “Ruang Aman, Kerja Nyaman” serta topik “Speak Without Fear”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran pegawai mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari perundungan, pelecehan, diskriminasi, maupun tindakan tidak etis lainnya. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong keberanian pegawai untuk menyampaikan pendapat, masukan, maupun pelaporan atas berbagai pelanggaran secara aman dan bertanggung jawab.

Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan bahwa perusahaan terus berupaya membangun budaya kerja yang menghargai martabat setiap individu dan memberikan ruang yang aman bagi seluruh pegawai untuk berkembang serta menyampaikan aspirasinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“PELNI berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman, adil, inklusif, dan saling menghormati. Setiap insan perusahaan berhak mendapatkan perlakuan yang setara tanpa memandang jabatan, gender, maupun latar belakang. Karena itu, perusahaan menolak segala bentuk pelecehan, intimidasi, diskriminasi, kekerasan fisik maupun verbal, serta perilaku lain yang bertentangan dengan nilai-nilai perusahaan,” ujar Ditto.

Ditto turut menambahkan kenyamanan bekerja tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan sistem kerja, tetapi juga oleh adanya rasa aman untuk menyampaikan pendapat, memberikan masukan, mengakui kesalahan, meminta bantuan, maupun melaporkan hal-hal yang berpotensi merugikan diri sendiri, rekan kerja, maupun organisasi.

“Keberanian untuk bersuara harus diimbangi dengan komitmen organisasi untuk mendengarkan. Membangun ruang aman bukan hanya meminta pegawai untuk berani menyampaikan pendapat atau laporan, tetapi juga memastikan setiap suara diterima dengan empati, kerahasiaannya dijaga, ditangani secara objektif, serta ditindaklanjuti melalui mekanisme yang jelas, adil, dan dapat dipercaya,” tambah Ditto.

Dalam talkshow tersebut, PELNI juga menghadirkan akademisi Fakultas Hukum Universitas Indonesia Dr. Fitriana, S.H., M.H., yang menyoroti pentingnya perlindungan hukum dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bermartabat.

“Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pekerjaan yang layak. Pekerjaan yang layak harus dimaknai sebagai pekerjaan yang aman dan memberikan ruang kerja yang aman bagi setiap pekerja untuk menjalankan tugasnya dengan baik,” ujar Fitriana.

Selain itu, aktris dan aktivis isu anti kekerasan terhadap perempuan Hannah Al Rashid, mengajak seluruh peserta untuk menjadi bagian dari sistem dukungan bagi korban maupun pihak yang membutuhkan pendampingan di lingkungan kerja.

“Kita semua dapat menjadi pendengar yang baik dan memberikan dukungan kepada rekan kerja yang mengalami situasi yang tidak nyaman. Saling menghormati dan saling menjaga satu sama lain merupakan langkah sederhana namun penting dalam membangun lingkungan kerja yang sehat dan aman bagi semua,” ujar Hannah.

Melalui kegiatan ini, PELNI berharap seluruh insan perusahaan dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi nilai-nilai AKHLAK, khususnya Amanah, Harmonis, dan Kolaboratif. Dengan lingkungan kerja yang saling menghormati dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi, PELNI optimis dapat terus meningkatkan kinerja sekaligus menciptakan tempat kerja yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. (ire djafar)

 

Berita Terkait

12 Penumpang Speedboat SB. Mister Un Berhasil Dievakuasi dengan Selamat
KPK Supervisi Tata Kelola BBM PELNI, Perkuat Transparansi dan Pencegahan Korupsi
Pelindo Regional 2 Banten Catat Tren Pertumbuhan Operasional yang Positif pada Semester I 2026
Hari Anak Nasional, PELNI Hadirkan Edukasi Maritim Melalui Lomba Menggambar dan Mewarnai
Safety Forum Jadi Momentum TPK Teluk Lamong Perkuat Budaya K3 Demi Operasional yang Andal
Program Diskon Tarif Transportasi Dongkrak Mobilitas, Kapal PELNI Layani 677 Ribu Penumpang Selama Libur Sekolah
Pelindo Dorong Tarif Jasa Pemanduan dan Penundaan yang Transparan dan Berkelanjutan
Pushidrosal Perkuat Sinergi dengan Kemendiktisaintek, Dorong Riset Kelautan Nasional

Berita Terkait

Saturday, 25 July 2026 - 20:12 WIB

12 Penumpang Speedboat SB. Mister Un Berhasil Dievakuasi dengan Selamat

Saturday, 25 July 2026 - 17:37 WIB

KPK Supervisi Tata Kelola BBM PELNI, Perkuat Transparansi dan Pencegahan Korupsi

Saturday, 25 July 2026 - 13:22 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Catat Tren Pertumbuhan Operasional yang Positif pada Semester I 2026

Saturday, 25 July 2026 - 13:14 WIB

Hari Anak Nasional, PELNI Hadirkan Edukasi Maritim Melalui Lomba Menggambar dan Mewarnai

Thursday, 23 July 2026 - 15:29 WIB

Safety Forum Jadi Momentum TPK Teluk Lamong Perkuat Budaya K3 Demi Operasional yang Andal

Berita Terbaru