Indonesia-Singapura Perkuat Sinergi Maritim Lewat Workshop Kelaiklautan Kapal

- Pewarta

Friday, 27 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Sebagai wujud nyata penguatan kepatuhan terhadap ketentuan internasional di bidang keselamatan pelayaran serta mencegah terjadinya penahanan kapal oleh negara pelabuhan, Atase Perhubungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura menyelenggarakan workshop kelaiklautan kapal bertajuk “Stay Compliant, Stay Sailing: International Shipping Without Detention” di Movenpick Hotel Jakarta City Centre, pada Kamis (26/6).

Workshop ini adalah salah satu implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah diperbarui pada 3 Februari 2025 antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dan Maritime and Port Authority of Singapore (MPA) Singapura, dimana Indonesia dan Singapura berkomitmen untuk mempererat sinergi bilateral di bidang keselamatan pelayaran dan kepatuhan di kawasan regional.

Hadir secara langsung, Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya nasional dalam meningkatkan kepatuhan kapal berbendera Indonesia terhadap standar maritim internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kualitas dan kelaikan kapal berbendera Indonesia secara langsung memengaruhi arus logistik dan kelancaran perdagangan laut regional, khususnya di Selat Singapura yang merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia,” ungkap Dubes Suryo.

Hal tersebut, tambahnya, dikarenakan sebagian besar aktivitas logistik Singapura didorong oleh sektor maritimnya, dan Indonesia—dengan kedekatan geografis, konektivitas pelabuhan, dan armada pelayarannya, memainkan peran pendukung yang vital.

Di samping itu, Dubes Suryo juga menyoroti pentingnya peran KBRI Singapura sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia di luar negeri yang menjalankan fungsi inspeksi kapal dan penerbitan sertifikasi.

“Rata-rata, KBRI Singapura melayani lebih dari 100 pelaut Indonesia setiap harinya untuk berbagai kebutuhan mulai dari dokumen, pergantian awak kapal, hingga perlindungan kesejahteraan,” tutur Suryo.

Pihaknya pun mengingatkan bagi pemilik kapal, operator, badan klasifikasi, dan otoritas pemerintah bahwa kepatuhan bukanlah persyaratan sekali jadi, tetapi harus menjadi komitmen jangka panjang yang tertanam dalam setiap aspek operasional sehari-hari.

Wujudkan pengawasan negara Pelabuhan yang efektif

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menjelaskan baik Indonesia dan Singapura telah melakukan kerja sama bilateral yang berlangsung lama di bidang maritim.

“Terlebih, Indonesia dan Singapura merupakan anggota Tokyo MoU, dengan salah satu tujuan utamanya adalah untuk membangun rezim pengawasan Negara Pelabuhan yang efektif di kawasan Asia-Pasifik melalui kerja sama para anggotanya dan harmonisasi kegiatan mereka,” ungkap Masyhud.

Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan pelayaran yang tidak memenuhi standar sehingga dapat meningkatkan keselamatan maritim, melindungi lingkungan laut, dan menjaga kondisi kerja dan kehidupan di atas kapal.

Untuk itu Masyhud menyoroti bahwa keselarasan antarnegara anggota Tokyo MoU sangat penting dalam menilai kelaikan dan menerapkan standar pemeriksaan kapal.

“Hal inilah yang menjadikan workshop ini sangat penting baik dari segi hubungan kerja sama antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan MPA maupun sebagai bentuk perhatian penuh dari kedua instansi dalam meningkatkan aspek keselamatan pelayaran,” tegasnya.

Ditemui di Jakarta, Atase Perhubungan RI Singapura, Wahyu Ardhiyanto, menuturkan bahwa forum ini diharapkan dapat menghasilkan strategi bersama dalam menjawab tantangan Port State Control (PSC), terutama dalam konteks menjaga performa kapal berbendera Indonesia di perairan internasional.

“Memastikan kepatuhan terhadap standar internasional bukan semata untuk menghindari penahanan kapal, tetapi juga untuk menjamin keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan laut, serta menjaga reputasi kapal Indonesia di mata dunia,” tutup Wahyu.

Workshop Kelaiklautan Kapal ini juga turut dihadiri oleh Chief Executive Maritime and Port Authority (MPA) Singapura serta para pemangku kepentingan di sektor maritim dari Indonesia dan Singapura. (fa)

— idj / idj–

Berita Terkait

Mahasiswa Poltrada Bali Dalami Industri Logistik Otomotif Lewat Kunjungan ke IPCC
Program Diskon Transportasi PELNI Disambut Antusias, Kuota Terserap 96 Persen
Kejati Bangka Belitung dan Pelindo Regional 2 Perkuat Sinergi Penanganan Hukum
PELNI Perluas Jangkauan Layanan Keagenan Kapal hingga Malaysia
Jaga Konektivitas di Wilayah 3TP, Kemenhub Pastikan Angkutan Perintis Tetap Berjalan
Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Program Pelindo Sehat 2026, Berikan Pemeriksaan TBC Gratis dan Santunan Anak Yatim di Kalibaru
Dari Ruang Kelas ke Pelabuhan, GIBEI FEB UNJ Selami Bisnis Logistik Otomotif Lewat Kunjungan Industri ke IPCC
Pelindo Regional 2 Banten Peduli Lingkungan Laut: Gelar Program TJSL, Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar

Berita Terkait

Tuesday, 21 July 2026 - 12:38 WIB

Mahasiswa Poltrada Bali Dalami Industri Logistik Otomotif Lewat Kunjungan ke IPCC

Tuesday, 21 July 2026 - 08:04 WIB

Program Diskon Transportasi PELNI Disambut Antusias, Kuota Terserap 96 Persen

Monday, 20 July 2026 - 23:17 WIB

Kejati Bangka Belitung dan Pelindo Regional 2 Perkuat Sinergi Penanganan Hukum

Monday, 20 July 2026 - 16:46 WIB

PELNI Perluas Jangkauan Layanan Keagenan Kapal hingga Malaysia

Sunday, 19 July 2026 - 23:24 WIB

Jaga Konektivitas di Wilayah 3TP, Kemenhub Pastikan Angkutan Perintis Tetap Berjalan

Berita Terbaru