
Melalui program IPCC Gembira, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk terus berkomitmen mendukung pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan ibu serta anak di Kelurahan Kalibaru. Bersama masyarakat dan tenaga kesehatan, IPCC hadir membawa semangat perubahan untuk masa depan yang lebih baik.
Maritim Indonesia — PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC), bagian dari ekosistem Pelindo Group, kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan dampak sosial berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “IPCC Peduli Upscale Kalibaru Community Batch II”. Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif tahun sebelumnya, dengan fokus pada pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan ibu serta anak di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Melalui pendekatan edukatif dan layanan kesehatan langsung, IPCC memperluas jangkauan penerima manfaat dari 40 orang pada tahun lalu menjadi 105 penerima manfaat tahun ini, mencakup seluruh 15 RW di wilayah Kalibaru. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk memastikan manfaat sosial dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat sekitar pelabuhan.
Kegiatan utama berlangsung di Plaza Kalibaru, ikon kebanggaan warga setempat, dan melibatkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, antara lain Kelurahan Kalibaru, Puskesmas Kalibaru, PKK, LMK, FKDM, Forum RT/RW, serta para kader kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian kegiatan mencakup pemeriksaan balita dan ibu hamil, sosialisasi pencegahan stunting, serta pemberian makanan tambahan (PMT), susu, dan multivitamin bagi anak-anak terindikasi stunting dan ibu hamil.
Wakil Camat Kecamatan Cilincing, Shalih Nopiansyar, menyampaikan apresiasi terhadap langkah IPCC yang dinilai berkontribusi nyata terhadap program nasional pengentasan stunting.
“Dengan resminya program IPCC Gembira yang menyentuh anak-anak terindikasi stunting di Kalibaru, perusahaan telah mendukung program pemerintah dalam menciptakan SDM Indonesia yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Hasil pemetaan sosial yang dilakukan IPCC menunjukkan bahwa stunting masih menjadi isu prioritas di wilayah pesisir seperti Kalibaru yang menghadapi tantangan sosial ekonomi dan keterbatasan akses gizi. Karena itu, IPCC menilai pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjawab isu ini, sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin No Poverty, Zero Hunger, Good Health and Well-Being, Quality Education, dan Decent Work and Economic Growth.
Dalam kegiatan tersebut, tenaga medis dari Puskesmas Kalibaru melakukan pengukuran tinggi dan berat badan balita, pencatatan Kartu Menuju Sehat (KMS), serta identifikasi dini risiko stunting, sementara ibu hamil mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan dukungan gizi tambahan berupa susu kehamilan, asam folat, serta makanan bergizi lainnya. Selain aspek medis, orang tua juga diberikan edukasi tentang gizi seimbang, sanitasi, dan pola asuh anak sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko IPCC, Wing Megantoro, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan tanggung jawab sosial perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Program ini merupakan bagian dari komitmen IPCC dalam mendukung pemerintah menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesehatan ibu serta anak. Kami ingin memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkap Wing.
Ke depan, IPCC akan melanjutkan program ini melalui pendampingan lanjutan, termasuk pemantauan terhadap balita yang masuk kategori rawan stunting serta pemberdayaan UMKM lokal agar masyarakat dapat mandiri secara ekonomi.
Dengan semangat “IPCC Gembira” , Gerakan Bersama Membangun Indonesia yang Sehat dan Bahagia, IPCC berharap program TJSL ini dapat memperkuat kesadaran bahwa pertumbuhan bisnis dan kesejahteraan masyarakat harus berjalan seiring. (ire djafar)







