Maritim Indonesia – Komitmen Indonesia Women in Transportation and Logistics (IWTL) dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana kembali diwujudkan melalui aksi sosial kemanusiaan bagi korban kebakaran di kawasan Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat. Bantuan yang berasal dari donasi para anggota IWTL tersebut disalurkan langsung kepada warga pada Sabtu (13/6).
Fokus utama bantuan kali ini adalah penyediaan seragam sekolah baru bagi siswa dan siswi tingkat SD, SMP, hingga SMA yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat musibah kebakaran yang terjadi pada Senin, 1 Juni 2026 sekitar pukul 21.00 WIB.
Selain seragam sekolah, IWTL juga menyalurkan berbagai kebutuhan lainnya seperti makanan, minuman, perlengkapan ibadah, pakaian layak pakai, serta kebutuhan dasar lainnya yang dibutuhkan para korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum IWTL, Susana Riana Sari, mengatakan bahwa seluruh bantuan yang dihimpun dari para anggota dan sahabat IWTL dapat tersalurkan dengan baik dan diterima langsung oleh warga terdampak.
“Alhamdulillah bantuan untuk semuanya, termasuk makanan, minuman, perlengkapan ibadah, pakaian, serta seragam sekolah dapat diterima dengan baik oleh para korban. Pembagian dilakukan secara merata sesuai kebutuhan sehingga bantuan tidak menumpuk di satu titik, tetapi langsung dibagikan dan disampaikan kepada warga yang terdampak kebakaran Jiung,” ujar Susana.
Menurutnya, proses distribusi bantuan dimulai pada sore hari dan dilanjutkan kembali setelah pelaksanaan Shalat Magrib. Tim IWTL turun langsung menyusuri lokasi-lokasi terdampak untuk memastikan bantuan diterima oleh warga yang membutuhkan.
“Pembagian sumbangan mulai dilakukan pada sore hari dan dilanjutkan setelah Salat Magrib. Kami langsung berkeliling ke lokasi-lokasi kebakaran. Alhamdulillah kami dapat bertemu langsung dengan para warga yang terdampak sehingga bantuan bisa disampaikan secara langsung,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, para relawan IWTL juga mendengarkan berbagai kisah dari warga yang terdampak. Berdasarkan keterangan yang diterima, sebagian besar warga telah tinggal di kawasan Jiung secara turun-temurun. Ada yang telah menetap selama lebih dari 45 tahun bahkan hingga 55 tahun sebelum musibah kebakaran menghanguskan tempat tinggal mereka.
Kebakaran besar yang melanda permukiman padat penduduk di Jiung Kemayoran menyebabkan ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Tercatat sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat peristiwa tersebut.
Saat bantuan disalurkan, masa operasional posko darurat telah memasuki tahap akhir. Sebagian warga masih menempati lokasi penampungan sementara yang sebelumnya dikelola secara kolaboratif oleh berbagai pihak, antara lain BNPB, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PMI, serta sejumlah instansi dan organisasi kemanusiaan lainnya.
Bagi IWTL, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya saat terjadi bencana maupun kondisi darurat kemanusiaan. Selama ini IWTL secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari bantuan bagi korban bencana alam, santunan kepada masyarakat yang membutuhkan, hingga berbagai program kepedulian sosial yang melibatkan para anggota di berbagai daerah.
Susana menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian merupakan nilai yang terus dijaga oleh IWTL sebagai organisasi perempuan yang bergerak di sektor transportasi dan logistik.
“Kami percaya bahwa sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit. IWTL akan terus berupaya hadir dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama,” tutupnya. (ire djafar)







