Optimalkan Standarisasi dan Digitalisasi, Pelindo Terminal Petikemas Kupang Respon Dinamika Arus Logistik NTT

- Pewarta

Tuesday, 3 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Operasional di TPK Kupang.JPG

Kegiatan Operasional di TPK Kupang.JPG

Maritim Indonesia – Terminal Peti Kemas (TPK) Kupang mencatat kinerja operasional tahun 2025 di tengah dinamika perubahan pola distribusi logistik di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Penurunan arus peti kemas yang terjadi sepanjang tahun lalu menjadi tantangan tersendiri, sekaligus momentum bagi TPK Kupang untuk menyiapkan langkah strategis melalui penguatan standardisasi operasional, modernisasi peralatan, serta akselerasi digitalisasi guna meningkatkan performa di tahun 2026.

Sepanjang tahun 2025, arus peti kemas di TPK Kupang tercatat sebesar 134.684 TEUs atau setara dengan 123.915 box. Capaian ini mengalami penurunan 5,3% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 142.340 TEUs atau 130.316 box.

Terminal Head TPK Kupang, Andhik Wahyu Kristianto, menjelaskan bahwa penurunan arus peti kemas tersebut dipengaruhi oleh faktor eksternal berupa pergeseran pola angkutan logistik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi penurunan arus peti kemas antara lain beroperasinya dua unit kapal Ro-Ro dengan rute Surabaya-Lembar-Waingapu-Kupang (PP) yang mengangkut kendaraan logistik atau truk, serta beroperasinya kapal Indocement yang membawa muatan semen dari Makassar langsung ke Kupang,” jelas Andhik.

Dari sisi kinerja operasional, kecepatan bongkar muat pada tahun 2025 tercatat sebesar 24,99 box per ship hour (BSH), sedikit menurun dibandingkan capaian tahun 2024 yang mencapai 26,45 box. Sementara itu, kinerja box crane per hour (BCH) justru menunjukkan peningkatan signifikan, dari 22,87 box pada tahun 2024 menjadi 27,59 box pada tahun 2025.

Adapun rata-rata port stay atau lama waktu kapal berada di pelabuhan pada tahun 2025 tercatat 15,92 jam, meningkat 0,69 jam atau sekitar 41 menit dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 15,23 jam. Peningkatan ini disebabkan oleh pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan peralatan bongkar muat sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan operasional jangka panjang.

Meski sempat menghadapi kendala teknis pada peralatan bongkar muat dalam beberapa waktu terakhir, saat ini aktivitas operasional di TPK Kupang telah kembali berjalan lancar dan terkendali. Seluruh pelayanan kapal dan arus peti kemas berlangsung normal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, keandalan peralatan, serta kualitas layanan kepada pengguna jasa.

Sebagai langkah akselerasi perbaikan di tahun 2026, TPK Kupang akan mengoptimalkan standardisasi operasional dan digitalisasi melalui implementasi penuh Terminal Operating System (TOS) Nusantara dengan modul PARAMA dan PRAYA. Sistem ini memungkinkan sinkronisasi data kapal dan barang secara real-time sehingga mampu memangkas waktu tunggu barang di pelabuhan (dwelling time) secara signifikan.

Selain penguatan sistem digital, TPK Kupang juga memfokuskan peningkatan kinerja melalui penerapan Planning and Control (P&C) serta modernisasi dan peremajaan peralatan bongkar muat, khususnya pada unit Rubber Tyred Gantry (RTG).

“Modernisasi dan peningkatan keandalan alat menjadi bagian penting dari akselerasi tahun 2026. Kami menargetkan kesiapan dan kesehatan alat mencapai 100% agar performa BSH dan BCH dapat kembali ke level optimal,” tutup Andhik.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, TPK Kupang terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan serta mendukung kelancaran arus logistik dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Nusa Tenggara Timur.
 (ire djafar)

Berita Terkait

TPK Koja Apresiasi Kesabaran Pengemudi Truk, Optimistis Layanan Segera Normal
Dari Mangrove hingga Kopi Liberika, IWTL Perkuat Pemberdayaan dan Menumbuhkan Harapan Masyarakat Pesisir Cilacap
Pelindo Marine Latih 73 Nakhoda Kapal Tunda untuk Perkuat Budaya Keselamatan
Perkuat Rantai Pasok di Tanjung Priok, PT Lestari Wijaya Abadi Resmi Kantongi Izin PDPLB
Gelombang Kedua, KM Tidar Turunkan Barang Bantuan di Pelabuhan Lorens Say Maumere
Bersama PELITA 2026, IPCC Rawat Tumbuh Kembang Generasi Bangsa
Wujud Syukur dan Kepedulian Lingkungan, Pelindo Regional 2 Banten Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
TPK Koja Pastikan Kelancaran Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Terjaga

Berita Terkait

Friday, 4 September 2026 - 13:54 WIB

TPK Koja Apresiasi Kesabaran Pengemudi Truk, Optimistis Layanan Segera Normal

Friday, 4 September 2026 - 13:29 WIB

Dari Mangrove hingga Kopi Liberika, IWTL Perkuat Pemberdayaan dan Menumbuhkan Harapan Masyarakat Pesisir Cilacap

Thursday, 3 September 2026 - 13:38 WIB

Pelindo Marine Latih 73 Nakhoda Kapal Tunda untuk Perkuat Budaya Keselamatan

Thursday, 3 September 2026 - 07:44 WIB

Perkuat Rantai Pasok di Tanjung Priok, PT Lestari Wijaya Abadi Resmi Kantongi Izin PDPLB

Thursday, 3 September 2026 - 04:55 WIB

Gelombang Kedua, KM Tidar Turunkan Barang Bantuan di Pelabuhan Lorens Say Maumere

Berita Terbaru