Pemprov Bali Gandeng Pelindo, 6 Hektare Lahan Disewa untuk Proyek Insinerator

- Pewarta

Friday, 5 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menggandeng PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) untuk mendirikan fasilitas pengolahan sampah berbasis insinerator. Rencananya, teknologi tungku pembakaran ini akan dibangun di atas lahan Pelindo seluas enam hektare.
Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan dirinya sudah bertemu langsung dengan Direktur Utama Pelindo dan memperoleh lampu hijau atas rencana tersebut.

“Saya sudah mengundang beliau ke kantor perwakilan daerah Bali. Prinsipnya sudah setuju, minggu depan akan dilakukan penandatanganan berita acara persetujuan di Bali,” ujar Koster di Jayasabha, Kamis (4/9).

Menurut Koster, kerja sama penyewaan lahan ini berlaku selama 30 tahun dengan opsi perpanjangan. Ia menekankan bahwa biaya sewa diberikan dengan harga khusus yang relatif murah, mengingat proyek ini untuk kepentingan negara. Dengan begitu, anggaran Pemkot Denpasar yang sebelumnya mencapai Rp190 miliar untuk pembelian lahan bisa dialihkan ke pembangunan infrastruktur lain, termasuk di kawasan Sanur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski belum merinci lokasi persis dan skema teknis penyewaan, Koster menegaskan komitmen Pelindo untuk mendukung langkah ini.
Rencana pembangunan insinerator tersebut sejalan dengan kebijakan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung di Denpasar.

Penutupan permanen TPA terbesar di Bali itu akan dilakukan pada akhir Desember 2025, sesuai dengan Surat Gubernur Bali Nomor B.24.600.4/3664/PSLB3PPKLH/DKLH.
Dalam surat yang ditujukan kepada Wali Kota Denpasar dan Bupati Badung itu, sejak 1 Agustus 2025 TPA Suwung sudah tidak lagi menerima sampah organik.

Pengelolaan dengan sistem open dumping juga dibatasi maksimal 180 hari setelah keluarnya Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 921 Tahun 2025.

Sebagai solusi jangka pendek, Pemprov Bali meminta daerah terdampak untuk mengoptimalkan pengelolaan melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) serta Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). (wulung)

— idj / idj —

Berita Terkait

KPLP Tanjung Priok Kerahkan Tiga Kapal Patroli Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda
KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober 2026
Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026
PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 melalui Inovasi Daur Ulang Life Jacket
Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar
Arus Petikemas TTL Tumbuh 12,54 Persen, Tembus 2,29 Juta TEUs hingga September 2026
IPCC dukung Honda Racing Indonesia di Mandalika Festival of Speed 2026
Transformasi green dan smart terminal, TTL raih dua penghargaan internasional

Berita Terkait

Tuesday, 20 October 2026 - 23:31 WIB

KPLP Tanjung Priok Kerahkan Tiga Kapal Patroli Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda

Tuesday, 20 October 2026 - 12:54 WIB

KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober 2026

Tuesday, 20 October 2026 - 12:19 WIB

Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026

Monday, 19 October 2026 - 18:10 WIB

PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 melalui Inovasi Daur Ulang Life Jacket

Monday, 19 October 2026 - 14:12 WIB

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Berita Terbaru