
Maritim Indonesia – PT Pelayaran Tresnamuda Sejati (TMS) kembali menunjukkan kapabilitasnya dalam menangani pengiriman kargo proyek (project cargo) dengan mengawal kedatangan enam unit alat bongkar muat peti kemas milik PT Prima Multi Terminal (PMT) di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.
Pengiriman dilakukan menggunakan MV. HAI TENG 007 V.2604 yang tiba dan sandar di Pelabuhan Belawan pada 30 Juni 2026 pukul 15.25 waktu setempat. Muatan kapal terdiri atas dua unit quay container crane (QCC) dan empat unit rubber tyred gantry crane (RTG) bermerek SANY yang didatangkan dari Tiongkok untuk memperkuat operasional terminal peti kemas PMT.
Wakil Direktur Operasional dan Komersial PT TMS Line, Sunarno HS, mengatakan keberhasilan proses pengapalan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan layanan logistik yang andal, termasuk untuk pengangkutan peralatan pelabuhan berukuran besar dan bernilai strategis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, alat-alat tersebut akan digunakan PMT untuk meningkatkan kapasitas pelayanan terminal peti kemas domestik di Pelabuhan Belawan.
“Kami mengageni kapal MV. HAI TENG 007 V.2604 yang membawa peralatan tersebut hingga tiba dengan selamat di Pelabuhan Belawan. Selanjutnya, alat akan digunakan untuk mendukung operasional PMT,” ujar Sunarno.
Ia menjelaskan, peningkatan fasilitas bongkar muat akan berdampak langsung terhadap produktivitas terminal. Semakin lengkap peralatan yang dimiliki, semakin cepat proses pelayanan kapal dapat dilakukan sehingga jadwal pelayaran menjadi lebih terjaga.
“Dengan fasilitas yang semakin memadai, kami berharap aktivitas kapal di Terminal PMT semakin meningkat karena proses bongkar muat dapat berlangsung tepat waktu sesuai jadwal,” katanya.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran dan keagenan kapal, TMS terus mendukung kelancaran rantai logistik nasional melalui layanan keagenan, pengurusan kapal, hingga penanganan pengiriman berbagai jenis kargo, termasuk project cargo yang membutuhkan perencanaan dan koordinasi khusus.
Kehadiran enam unit alat bongkar muat baru tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas operasional PMT, tetapi juga memperkuat daya saing Pelabuhan Belawan sebagai salah satu gerbang logistik utama di wilayah barat Indonesia. (ire djafar)







