Tumbuh 14,6% di Tengah Dinamika Pasar, IPCC Tegaskan Peran Strategi dalam Ekosistem Logistik Nasional

- Pewarta

Monday, 29 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Digitalisasi operasional, efisiensi layanan, dan meningkatnya arus ekspor-impor kendaraan mendorong pertumbuhan kinerja IPCC sebesar 14,6 persen hingga Mei 2026, sekaligus memperkuat posisinya sebagai tulang punggung logistik otomotif nasional.

Digitalisasi operasional, efisiensi layanan, dan meningkatnya arus ekspor-impor kendaraan mendorong pertumbuhan kinerja IPCC sebesar 14,6 persen hingga Mei 2026, sekaligus memperkuat posisinya sebagai tulang punggung logistik otomotif nasional.

Maritim Indonesia – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC), operator terminal kendaraan terbesar di Indonesia di bawah naungan PT Pelindo Multi Terminal, membuktikan bahwa transformasi operasi berbasis digitalisasi bukan sekadar agenda — melainkan penggerak pertumbuhan yang nyata. Hingga memasuki bulan kedua pada kuartal II 2026, Branch Jakarta dan 5 Terminal Satelit (konsolidasi) mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional sebesar 14,6% untuk kargo CBU (kendaraan berpenumpang), Alat Berat, Bus, dan Truk, setara dengan 64.525 unit lebih banyak secara year-on-year.

Lebih jauh, total shipcalls di seluruh terminal IPCC hingga Mei 2026 mencapai 1.577 shipcalls, melonjak 21,40% dibandingkan 1.299 shipcalls pada periode yang sama tahun 2025, hal ini merupakan sebuah lompatan yang mencerminkan efisiensi layanan yang kian terdigitalisasi dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa.

Pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi IPCC dalam mengintegrasikan teknologi digital ke seluruh rantai operasional terminal, mulai dari sistem perencanaan kapal, manajemen dalam penempatan kargo di lapangan, hingga pelaporan secara real-time yang memperkuat kepercayaan pengguna jasa secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Momentum pertumbuhan ini juga ditopang oleh membaiknya stabilitas geopolitik global yang berdampak positif terhadap permintaan dan distribusi kargo internasional, serta program hilirisasi sumber daya mineral yang digalakkan pemerintah sebagai dua katalis eksternal yang kian memperkuat relevansi strategis IPCC dalam ekosistem logistik otomotif khususnya pada bidang terminal kendaraan serta pada industri nasional.

Komitmen IPCC terhadap tata kelola korporasi yang ketat dan terstruktur tercermin secara nyata dalam pertumbuhan yang merata di hampir seluruh segmen kargo. Di bawah pengelolaan yang disiplin dan berorientasi pada keberlanjutan, volume CBU (Completely Built-Up) kumulatif hingga Mei 2026 tercatat sebesar 365.760 unit, tumbuh 4,95% atau bertambah 17.235 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hal ini menandakan capaian yang konsistensi pada layanan dan fokus pada kepercayaan pengguna jasa yang terus terjaga. Pengelolaan operasional yang responsif dan berbasis data turut mendorong lonjakan signifikan pada segmen Truk dan Bus, yang tumbuh paling pesat sebesar 57,38% dengan volume bongkar muat mencapai 126.769 unit bertambah 46.221 unit secara year-on-year.

Segmen Alat Berat pun mencatat pertumbuhan yang sehat sebesar 8,35%, dari 12.801 unit menjadi 13.870 unit. Keseimbangan pertumbuhan di lintas segmen ini bukan sekadar hasil kondisi pasar, melainkan bukti nyata dari efektivitas sistem pengendalian operasional dan manajemen kapasitas yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh jajaran IPCC.

Kinerja IPCC yang solid ini juga selaras dengan pemulihan positif industri otomotif nasional. Data GAIKINDO mencatat total wholesales nasional Januari–Mei 2026 untuk kargo CBU mencapai 359.015 unit, naik 12,8% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Seiring itu, jumlah kargo ekspor CBU yang dilayani IPCC meningkat 7% dengan total 148.794 unit, menegaskan bahwa tata kelola yang terukur dan adaptif telah memposisikan IPCC sebagai mitra strategis yang andal dalam ekosistem otomotif nasional yang semakin solid, sekaligus menjadi landasan kokoh bagi perseroan untuk menjaga momentum pertumbuhan operasional yang berkelanjutan.

“Kepercayaan yang diberikan oleh seluruh pengguna jasa adalah energi terbesar kami untuk terus melangkah dan memberikan layanan sepenuh hati. Pertumbuhan kinerja operasional sepanjang Januari hingga Mei 2026 bukan sekadar angka, torehan ini adalah cerminan dari komitmen seluruh insan IPCC dalam menghadirkan layanan terminal kendaraan yang semakin cepat, andal, dan berstandar internasional,” tutur Bagus Dwipoyono, Plt. Direktur Utama IPCC.

“Kami terus mendorong transformasi layanan berbasis teknologi dan digitalisasi, penguatan efisiensi pada proses handling kargo, serta pengembangan infrastruktur yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pengguna jasa. Ke depan, kami optimis kinerja IPCC dapat melampaui capaian tahun lalu, seiring kesiapan kami menyambut pertumbuhan arus kendaraan listrik dan hybrid yang kian mendominasi aktivitas ekspor-impor otomotif Indonesia. Hal ini menjadikan IPCC sebagai tulang punggung ekosistem logistik otomotif yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tambah Bagus Dwipoyono.

Dengan fondasi operasional yang semakin kuat dan ekosistem industri otomotif nasional yang terus berkembang, IPCC optimis mampu menutup tahun 2026 dengan kinerja yang melampaui pencapaian tahun sebelumnya. Perseroan akan terus memfokuskan seluruh energi dan sumber dayanya pada peningkatan kualitas layanan yang benar-benar dirasakan oleh pengguna jasa di setiap titik operasional terminal.

“Kami hadir bukan hanya untuk mencatat angka pertumbuhan, tetapi untuk memastikan setiap pengguna jasa merasakan nilai nyata dari layanan kami — dan itulah standar yang akan terus kami kejar hingga akhir tahun ini dan seterusnya,” pungkas Bagus. (ire djafar)

Berita Terkait

Perkuat Layanan Keagenan Kapal, PELNI Gandeng Petani Lokal Dukung Pasok Pangan Maritim
Fisik Rampung 100%, Pelindo Sinergi Lokaseva Group Kawal Persiapan Pra-Operasi Fly Over Teluk Lamong untuk Kelancaran Logistik Jawa Timur
Susunan Baru Direksi PT Pelindo Sinergi Lokaseva untuk Dukung Transformasi dan Tata Kelola Perusahaan
PELNI Catat Kinerja Positif Tahun Buku 2025, Layani Lebih dari 5,1 Juta Penumpang
Danpushidrosal Perkuat Peran Indonesia dalam Pengembangan Standar Navigasi Maritim Global di IC-ENC SC27
Terminal Teluk Lamong Catat Throughput 1,2 Juta TEUs, Perkuat Jawa Timur sebagai Hub Logistik Internasional
IPCC Terus Melaju: Perubahan Pimpinan Perkuat Sinergi Ekosistem Kepelabuhanan Nasional
PJM Melaksanakan Pelayanan Guna Dukung Pemindahan Rig di Balikpapan

Berita Terkait

Monday, 29 June 2026 - 13:53 WIB

Tumbuh 14,6% di Tengah Dinamika Pasar, IPCC Tegaskan Peran Strategi dalam Ekosistem Logistik Nasional

Monday, 29 June 2026 - 12:11 WIB

Perkuat Layanan Keagenan Kapal, PELNI Gandeng Petani Lokal Dukung Pasok Pangan Maritim

Monday, 29 June 2026 - 11:58 WIB

Fisik Rampung 100%, Pelindo Sinergi Lokaseva Group Kawal Persiapan Pra-Operasi Fly Over Teluk Lamong untuk Kelancaran Logistik Jawa Timur

Friday, 26 June 2026 - 17:39 WIB

Susunan Baru Direksi PT Pelindo Sinergi Lokaseva untuk Dukung Transformasi dan Tata Kelola Perusahaan

Friday, 26 June 2026 - 15:32 WIB

PELNI Catat Kinerja Positif Tahun Buku 2025, Layani Lebih dari 5,1 Juta Penumpang

Berita Terbaru