Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Dirjen Hubla Imbau Masyarakat Bijak Atur Waktu Perjalanan

- Pewarta

Saturday, 28 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya, agar bijak dalam menentukan waktu perjalanan arus balik Lebaran melalui lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Imbauan ini disampaikan seiring dengan adanya tradisi Lebaran Ketupat di beberapa daerah, yang umumnya dirayakan satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Hal ini berpotensi adanya peningkatan signifikan jumlah penumpang serta kendaraan dalam waktu bersamaan khususnya di wilayah Tapal Kuda (Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi) serta Kepulauan Madura.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu alternatif di luar periode puncak arus balik, guna menghindari kepadatan yang berpotensi terjadi di Pelabuhan Ketapang,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut disampaikan, potensi lonjakan penumpang yang terpusat pada satu periode waktu tertentu dapat menyebabkan antrean panjang, waktu tunggu yang lebih lama, serta berkurangnya kenyamanan dalam perjalanan.

“Untuk itu, diperlukan perencanaan perjalanan yang matang dan kesadaran bersama agar arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa angkutan laut dan penyeberangan,” tegasnya.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, terus berupaya mengoptimalkan pelayanan angkutan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, termasuk penambahan armada dan pengaturan operasional guna mengantisipasi lonjakan arus penumpang.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Namun kelancaran arus balik juga sangat dipengaruhi oleh peran aktif masyarakat dalam mengatur waktu perjalanan secara bijak,” pungkas Dirjen Masyhud.

Selain melakukan perencanaan perjalanan dengan baik, Kemenhub mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan informasi resmi terkait kondisi pelabuhan dan penyeberangan, melakukan pembelian tiket secara online serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama.

Sebagai informasi, PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 di lintasan Jawa-Bali akan terjadi pada 26 hingga 29 Maret 2026. Penyeberangan utama melalui Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk diperkirakan mengalami lonjakan volume kendaraan dan penumpang pada periode tersebut. (fa)

— idj / idj —

 

Berita Terkait

Trafik Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Ramai, Ferry Kini Jadi Moda Utama Pilihan Masyarakat
IPC TPK Dukung Pelindo Perkuat Peluang Kerja Sama Internasional dengan Delegasi Amerika Serikat dan Estonia
Terminal Petikemas Ambon Perkuat Komitmen Lingkungan Kerja Bersih dari Narkoba
Kinerja Awal Tahun Menguat, Arus Peti Kemas Teluk Bayur Naik 5,3%
IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan Berkelanjutan
Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Kolaborasi TJSL di Raja Ampat, Perkuat Konservasi dan Kemandirian Masyarakat 3T
Magang Nasional Batch I Ditutup, Kemnaker Perkuat Sertifikasi Kompetensi dan Akses Kerja
TPK Kupang Tekankan Keselamatan sebagai Prioritas Utama

Berita Terkait

Sunday, 17 May 2026 - 12:29 WIB

Trafik Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Ramai, Ferry Kini Jadi Moda Utama Pilihan Masyarakat

Sunday, 17 May 2026 - 12:24 WIB

IPC TPK Dukung Pelindo Perkuat Peluang Kerja Sama Internasional dengan Delegasi Amerika Serikat dan Estonia

Sunday, 17 May 2026 - 11:58 WIB

Terminal Petikemas Ambon Perkuat Komitmen Lingkungan Kerja Bersih dari Narkoba

Sunday, 17 May 2026 - 11:44 WIB

Kinerja Awal Tahun Menguat, Arus Peti Kemas Teluk Bayur Naik 5,3%

Sunday, 17 May 2026 - 11:36 WIB

IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan Berkelanjutan

Berita Terbaru