Kinerja Awal Tahun Menguat, Arus Peti Kemas Teluk Bayur Naik 5,3%

- Pewarta

Sunday, 17 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan bongkar muat di dermaga IPC TPK Teluk Bayur

Kegiatan bongkar muat di dermaga IPC TPK Teluk Bayur

Maritim Indonesia – Arus peti kemas di Terminal Petikemas Teluk Bayur menunjukkan tren positif pada awal tahun. PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), sebagai satu-satunya operator terminal petikemas di wilayah Teluk Bayur, mencatat pertumbuhan throughput sebesar 5,3% pada Triwulan I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, volume peti kemas tercatat mencapai 27.188 TEUs, meningkat dari 25.814 TEUs pada Triwulan I 2025. Kenaikan ini menjadi indikator menguatnya aktivitas logistik di wilayah Sumatera Barat, seiring peningkatan kinerja perdagangan luar negeri.

Corporate Secretary IPC TPK, Daniel Setiawan, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan meningkatnya arus barang melalui pelabuhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pertumbuhan 5,3% pada Triwulan I 2026 menunjukkan adanya peningkatan volume petikemas. Kami terus memastikan layanan terminal berjalan optimal untuk menjaga kelancaran distribusi barang,” ujarnya.

Peningkatan throughput terutama ditopang oleh lonjakan ekspor sejumlah komoditas unggulan. Volume petikemas bermuatan gambier dan palm fatty tercatat melonjak lebih dari 100%, diikuti komoditas karet yang tumbuh 6,18% serta pakan ternak sebesar 2,34%.

Sebagai terminal petikemas utama di wilayah Teluk Bayur, IPC TPK juga terus memperkuat layanan operasional melalui peningkatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perusahaan pelayaran hingga pengguna jasa. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas layanan di tengah dinamika operasional pelabuhan.

Data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat turut mengonfirmasi tren positif tersebut. Pada periode Januari–Februari 2026, nilai ekspor tercatat meningkat 42,94%, sementara impor melonjak 110,58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. India, Pakistan, dan Tiongkok menjadi tujuan utama ekspor, sedangkan impor didominasi oleh Singapura, Malaysia, dan Kanada.

Dengan tren ini, Teluk Bayur semakin mengukuhkan perannya sebagai simpul penting distribusi logistik di wilayah barat Indonesia.

“Perusahaan akan terus menjaga momentum pertumbuhan ini melalui peningkatan kapasitas layanan dan kolaborasi yang lebih erat dengan para stakeholder guna memastikan kinerja operasional tetap terjaga,” tutup Daniel. (ire djafar)

Berita Terkait

Kemnaker–Kemenekraf Perkuat Sinergi Ciptakan Lapangan Kerja di Sektor Ekonomi Kreatif
Kemnaker dan IJTI Kerja Sama Tingkatkan Kompetensi AI Jurnalis Kampus
Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen
Saat Stok Darah Menipis, TPK Koja Gelar Donor Darah Bantu Kebutuhan Stok Darah untuk PMI DKI Jakarta
Menaker: Tata Kelola yang Kuat Hadirkan Layanan Ketenagakerjaan yang Lebih Baik
ASDP Sukses Layani Mobilitas Libur Panjang, 804 Ribu Penumpang dan 215 Ribu Kendaraan Menyeberang Aman dan Lancar
Program Vokasi Juru Las Vokasi Juru Las Bawa PT Pelindo Solusi Maritim Raih Penghargaan Top CSR 2026
Hari Lahir Pancasila, Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar Perkuat Nilai Kebangsaan

Berita Terkait

Sunday, 7 June 2026 - 09:39 WIB

Kemnaker–Kemenekraf Perkuat Sinergi Ciptakan Lapangan Kerja di Sektor Ekonomi Kreatif

Sunday, 7 June 2026 - 09:02 WIB

Kemnaker dan IJTI Kerja Sama Tingkatkan Kompetensi AI Jurnalis Kampus

Friday, 5 June 2026 - 12:09 WIB

Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen

Thursday, 4 June 2026 - 05:04 WIB

Saat Stok Darah Menipis, TPK Koja Gelar Donor Darah Bantu Kebutuhan Stok Darah untuk PMI DKI Jakarta

Thursday, 4 June 2026 - 04:37 WIB

Menaker: Tata Kelola yang Kuat Hadirkan Layanan Ketenagakerjaan yang Lebih Baik

Berita Terbaru