IPCC Tumbuh 7,35% di Awal 2026, Kinerja Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global

- Pewarta

Thursday, 23 April 2026 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Segmen truk, bus, dan alat berat jadi penopang utama saat pasar otomotif global melambat

Segmen truk, bus, dan alat berat jadi penopang utama saat pasar otomotif global melambat

Maritim Indonesia — Di tengah tekanan dinamika geopolitik global yang memengaruhi permintaan dan distribusi kargo internasional, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) tetap menunjukkan ketahanan kinerja. Hingga triwulan I 2026, IPCC mencatat pertumbuhan operasional konsolidasi sebesar 7,35% menjadi 297.972 unit, naik 20.409 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Capaian ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga stabilitas bisnis melalui strategi mitigasi risiko yang terintegrasi, sekaligus memperkuat relasi dengan pelanggan dan para pemangku kepentingan.

Sebagai operator terminal kendaraan terintegrasi, IPCC mengelola layanan bongkar muat, penyimpanan, hingga distribusi kendaraan untuk pasar domestik dan internasional. Perannya juga semakin strategis sebagai bagian dari subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) di bawah Pelindo Group dalam menjaga kelancaran rantai logistik nasional, khususnya segmen kendaraan dan alat berat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sisi operasional, jumlah kunjungan kapal tercatat mencapai 901 call atau tumbuh 12,91% secara tahunan. Sementara itu, terminal satelit mencatatkan 682 call, meningkat signifikan sebesar 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan paling mencolok terjadi pada segmen truk dan bus yang melonjak 45,14% menjadi 73.723 unit. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas sektor pertambangan serta implementasi kebijakan hilirisasi industri mineral.

Selain itu, program penguatan sektor pertanian juga turut mendorong peningkatan kebutuhan alat produksi dan sarana angkut, yang distribusinya dilayani melalui terminal IPCC.

“Pertumbuhan pada segmen truck, bus dan alat berat secara konsolidasi menunjukkan tren yang signifikan. Ini menandakan bahwa aktivitas logistik otomotif tetap bergerak positif, sekaligus memperkuat peran IPCC dalam mendukung distribusi kendaraan baik untuk pasar domestik maupun ekspor,” ujar Direktur Operasi dan Teknik IPCC, Bagus Dwipoyono.

Di sisi lain, kinerja ekspor kendaraan tercatat meningkat 13% menjadi 91.768 unit. Namun, untuk kargo kendaraan utuh (CBU), terjadi penurunan tipis sebesar 1,2% menjadi 216.238 unit secara tahunan. Kondisi ini dipengaruhi oleh ketidakpastian pasar global, penyesuaian produksi dari sejumlah automaker, serta terganggunya arus logistik lintas negara.

Sementara itu, penanganan alat berat mencapai 8.011 unit atau tumbuh 1,32% secara tahunan, seiring meningkatnya aktivitas sektor pertambangan yang kembali ekspansif.

Untuk memperkuat layanan, IPCC juga terus mengembangkan integrasi berbasis digital melalui sistem PTOS-C yang menghubungkan operasional antar terminal, guna meningkatkan efisiensi dan transparansi.

“Peningkatan kinerja operasional pada triwulan I 2026 ini menunjukkan bahwa inisiatif strategis dan inovasi bisnis yang kami jalankan mampu merespons dinamika kebutuhan industri secara adaptif serta menjawab tantangan geopolitik global. Kami optimistis, dengan penguatan jaringan terminal dan sistem operasional terintegrasi, IPCC dapat terus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus mendukung efisiensi rantai pasok nasional,” ujar Sekretaris Perusahaan IPCC, Endah Dwi Liesly.

Secara keseluruhan, kinerja triwulan I ini menegaskan kemampuan IPCC untuk tetap adaptif di tengah tekanan global, sekaligus memanfaatkan peluang dari sektor non-otomotif guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan. (ire djafar)

Berita Terkait

Dari Pelabuhan, TPK Koja Tanamkan Semangat Generasi Emas di SMA Negeri 8 Yogyakarta
Empat Prajurit Pushidrosal Terima Penghargaan Kasal
PJM Perkuat Kolaborasi dan Keselamatan Kerja melalui Program SAIL di Kalimantan
KPLP Tanjung Priok Kerahkan Tiga Kapal Patroli Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda
KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober 2026
Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026
PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 melalui Inovasi Daur Ulang Life Jacket
Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 14:03 WIB

Dari Pelabuhan, TPK Koja Tanamkan Semangat Generasi Emas di SMA Negeri 8 Yogyakarta

Wednesday, 28 October 2026 - 13:46 WIB

Empat Prajurit Pushidrosal Terima Penghargaan Kasal

Wednesday, 28 October 2026 - 02:20 WIB

PJM Perkuat Kolaborasi dan Keselamatan Kerja melalui Program SAIL di Kalimantan

Tuesday, 20 October 2026 - 23:31 WIB

KPLP Tanjung Priok Kerahkan Tiga Kapal Patroli Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda

Tuesday, 20 October 2026 - 12:54 WIB

KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober 2026

Berita Terbaru

Berita

Empat Prajurit Pushidrosal Terima Penghargaan Kasal

Wednesday, 28 Oct 2026 - 13:46 WIB